
Peureulak, Aceh Timur — Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, Tgk. Iskandar Midsen melakukan kunjungan dan silaturahmi bersama dewan guru serta santriwan dan santriwati Pesantren Nurul Ulum Peureulak, Aceh Timur, Senin, 14 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Tgk. Iskandar Midsen yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Khusus (Panja) DPRK Aceh Timur menyerap berbagai aspirasi dan keluhan para santri, khususnya yang berkaitan dengan dampak musibah banjir yang terjadi di sejumlah desa tempat mereka berdomisili.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah data dan dokumen penting milik masyarakat yang rusak maupun hilang akibat banjir, termasuk dokumen administrasi kependudukan seperti akta kelahiran serta berkas-berkas penting lainnya yang dibutuhkan untuk keperluan pendidikan dan administrasi.
Menurut Tgk. Iskandar, persoalan dokumen administrasi tersebut tidak boleh dianggap sepele. Bagi para santri, kelengkapan dokumen seperti akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya sangat penting untuk berbagai kebutuhan, mulai dari melanjutkan pendidikan, mengurus bantuan, pendaftaran administrasi, hingga keperluan lainnya di kemudian hari.
“Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan kendala anak-anak kita. Banjir bukan hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga dapat menyebabkan hilang atau rusaknya dokumen-dokumen penting yang sangat dibutuhkan untuk masa depan mereka,” ujar Tgk. Iskandar Midsen.
Ia menambahkan, aspirasi yang disampaikan para santri dan pihak pesantren akan menjadi bahan perhatian dalam menjalankan fungsi DPRK, khususnya dalam upaya mendorong pemerintah daerah agar memberikan solusi terhadap masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen penting akibat bencana.
“Insya Allah, persoalan ini akan kita dorong agar ada langkah konkret. Anak-anak kita jangan sampai mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi hanya karena dokumen mereka menjadi korban banjir,” tambahnya.
Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara lembaga legislatif, pesantren, dewan guru, dan para santri. Tgk. Iskandar berharap komunikasi seperti ini dapat terus terjalin sehingga berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, khususnya generasi muda dan dunia pendidikan, dapat disampaikan dan diperjuangkan melalui jalur yang semestinya.
Sebagai Ketua Panja DPRK Aceh Timur, Tgk. Iskandar Midsen menegaskan bahwa penanganan dampak banjir harus dilakukan secara menyeluruh, bukan hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan administrasi kependudukan dan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
“Kita ingin memastikan bahwa masyarakat yang terdampak banjir mendapatkan perhatian secara utuh. Rumah diperbaiki, fasilitas dipulihkan, tetapi dokumen dan administrasi masyarakat juga harus dikembalikan agar kehidupan mereka bisa kembali berjalan normal,” pungkas Politisi muda Partai Aceh ini.(***)